Selasa, 03 Agustus 2010

BUDI DAYA BELUT LENGKAP

Mengenal TERNAK BELUT dan PROSPEK BISNISNYA

BUDI DAYA BELUT YANG BERMASA DEPAN CERAH. Demikian gambaran yang terpancar dari budi daya belut yang semakin menggeliat dari tahun ke tahun. Setidaknya hal ini terlihat dari semakin tingginya permintaan belut, baik belut segar maupun belut olahan untuk pasar dalam negeri dan luar negeri.

Sebenarnya , budi daya belut tidak terlalu sulit dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan biaya besar jika dibandingkan dengan pembudidayaan ikan jenis lain. Lahan sempit tidak menjadi persoalan dalam budi daya belut, karena hewan bertubuh licin ini bisa dipelihara di lahan yang sangat terbatas , bahkan di dalam tong / drum sekalipun. Secara teknis, pembudidayaan dan pemeliharaan belut hanya memerlukan perhatian dan pemeliharaan yang baik. Apalagi ditunjang dengan keuletan dan keseriusan dalam memeliharanya, sudah pasti produksi belut akan meningkat.

A. Mengenal Belut

Belut mulai digemari masyarakat Indonesia sejak tahun 1979. Bentuknya yang bulat panjang dan hanya memiliki satu sirip di punggungnya membuat sosok belut mempunyai keunikan tersendiri. Dibalik keunikannya tersebut, ternyata belut banyak menyimpan keistimewaan. selain rasanya yang lezat, protein yang dikandung dalam dagingnya juga tergolong tinggi. Jadi tidak mengherankan jika banyak konsumen mancanegara yang sangat menggemarinya , sehingga menjadikan belut sebagai salah satu komoditas andalan ekspor Indonesia.

Di alam bebas, belut bisa dijumpai hidup di sawah, di rawah - rawa, sungai kecil dan laut. Karena termasuk hewan yang hidup di daerah beriklim tropis, belut banyak dijumpai di berbagai wilayah di Indonesia. Saat ini, sentra budi daya belut di Indonesia berada di Yogyakarta dan di sekitar Kuningan provinsi Jawa Barat. Sedangkan daerah lainnya , seperti Jawa Timur dan daerah lainnya sebagian besar merupakan tempat penampungan belut tangkapan langsung dari alam.

Belut yang banyak dikenal ada tiga jenis yaitu belut sawah ( Monopterus albus ), belut rawa ( Simbrankus bengalesis ) dan belut tambak ( Macrotama caligans ). Sementara ini yang banyak sekali diminta oleh pasar dalam dan luar negeri adalah belut sawah dan belut tambak.

B. Peluang Usaha Budi Daya Belut

Pada awalnya, belut sawah dikenal sebagai hama pada tanaman padi di sawah. Sedangkan belut tambak, dikenal pula sebagai hama pada lahan tambak karena memakan udang atau bibit - bibit ikan yang dikembangbiakan di tambak.

Namun seiring berjalnnya waktu, hingga saat ini belut telah menjadi primadona / andalan ekspor yang tak kalah unggul dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Mengapa demikian ? , disamping rasanya yang lezat ternyata belut banyak mengandung protein dan bahkan di negara - negara seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong dan Taiwan, dimana belut diyakini sebagai sumber makanan berprotein tinggi yang dapat membangkitkan stamina tubuh. Disamping negara - negara tersebut, ternyata sekarang permintaan belut dari Indonesia juga mulai diminati di negara Amerika serikat, Australia dan Singapura, Selandia baru, Perancis, Italia, Spanyol, Belanda, Inggris, Denmark , dimana belut di konsumsi sebagai menu tambahan dalam setiap hidangan. Bagi masyarakat yang ada di negara - negara tersebut , belut merupakan masakan papan atas yang hanya bisa dijumpai di restoran mewah dan hotel berbintang. Jadi disini sudah jelas pangsa pasar kosumen belut yang masih terbuka sangat luas , kemungkinan juga akan semakin meningkat jumlah negara yang ingin mengimpor belut dari Indonesia.

Biasanya, belut yang dipesan oleh negara - negara tersebut adalah belut segar (fresh eels ), belut beku ( frozen eels ) dan belut asap ( smoked eels ). Permintaan belut segar dan hidup pada tahun ini di sejunlah negara - negara Asia sebanyak 60 ton per hari, akan tetapi pada saat ini hanya dapat terpenuhi sebanyak 5 ton saja per harinya dari 3 eksportir belut yang ada di Indonesia. Sedangkan untuk negara - negara di kawasan benua Eropa , permintaan belut asap ( smoked eels ) sebanyak 2 - 4 ton per hari. Ini semua belum termasuk permintaan belut untuk konsumen lokal yang ada di kota besar seperti Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Solo dan Malang.

Oleh karena pasar yang begitu prospektif dan cerah, maka budi daya belut sangatlah menjajikan. Sedangkan untuk pasar dalam negeri, pada umumnya belut yang banyak dijual berasal dari tangkapan alam dan baru sedikit yang membudidayakannya.

C. Pasar Lokal dan Ekspor

Belut yang banyak mengandung protein sebagai salah satu sumber gizi yang baik untuk anak - anak hingga orang dewasa. Saat ini pemasaran belut hasil peternakan banyak di pasrkan di pasar - pasar tradisional hingga supermaket. perlu diketahui juga bahwa harga belut sangat bagus baik untuk pasar lokal maupun ekspor. Harga belut saat ini untuk pasar lokal berkisar antara Rp. 24.000 -- Rp. 29.000 / Kg. Sedangkan untuk pasar ekspor , harga belut sangat bagus yakni berkisar 6 - 10 Dollar Amerika / Kg.

Oleh karena itu, tunggu apa lagi dan segera lakukan langkah konkrit untuk mewujudkan menjadi juragan peternakan belut yang siap memenuhi permintaan pasar lokal maupun ekspor. Semoga artikel ini bisa menggugah dan merubah mindset generasi muda Indonesia untuk menjadi entrepreneur / pengusaha yang mandiri , seperti presentasi yang pernah disampaikan oleh Ir. Ciputra bahwa untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara yang sejahtera jika 2 - 4 persen penduduknya memantapkan diri untuk berwirausaha mandiri tidak hanya mengaharapkan menjadi pegawai negeri / swasta saja.

Masa pemanenan Budidaya Belut

  1. Berupa benih/bibit belut yang dijual untuk diternak/dibudidayakan
  2. Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi (besarnya/panjangnya sesuai dengan permintaan pasar/konsumen).

panen belut Budidaya belut 3

Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan peralatan antara lain: bubu/posong, jaring/jala bermata lembut, dengan pancing atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja

Pengangkutan belut

Belut yang telah di panen, dimasukkan kedalam kantong Plastik, tambahkan air, Beri tambahan oksigen dan ikatlah dengan rapat. Pengangkutan dengan tambahan oksigen dapat bertahan 6 jam perjalanan. Setelah itu tambahkan oksigen kembali sampai tiba ditempat tujuan.

Pengangkutan dengan drum atau jerigen yang diisi air juga bisa dilakukan, tetapi hindari terik matahari langsung. Gantilah dengan air baru setelah 3-4 jam perjalanan agar belut tetap sehat dan tidak lemas.

ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA BELUT

Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya belut selama 3 bulan di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut:

Biaya Produksi : Pembuatan kolam tanah 2 x 3 x 1, 4 HOK @ Rp.7.000,- Rp. 28.000,2. Bibit 3.000 ekor x @ Rp. 750,- Rp. 225.000,-

Makanan tambahan (daging kelinci 3 ekor) @ Rp.15.000,-Rp. 45.000,4. Lain-lain Rp. 30.000,Jumlah Biaya Produksi Rp. 328.000,2. Pendapatan: 3000 ekor = 300 kg x @ Rp. 2.500,- Rp. 750.000,3. Keuntungan Rp. 422.000.

Dengan asumsi tingkat kematian belut 5-10% hingga berumur 9 bulan, dapat dihitung 4-5 bulan setelah menebar bibit, bakal dapat memanen 400 kg belut. Dengan harga Rp40.000/kg, total pendapatan yang diraup Rp16-juta. Setelah dikurangi biaya-biaya sekitar Rp2-juta, diperoleh laba bersih Rp14-juta.

Prospek budidaya belut

Prospek budidaya belut masih sangat bagus, apalagi saat musim kemarau, karena belut sulit didapatkan.

Pada awalnya, belut sawah dikenal sebagai hama pada tanaman padi di sawah. Sedangkan belut tambak, dikenal pula sebagai hama pada lahan tambak karena memakan udang atau bibit ikan yang dikembangbiakan di tambak.

Namun seiring berjalannya waktu, hingga saat ini belut telah menjadi primadona / andalan ekspor yang tak kalah unggul dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Mengapa demikian ? , disamping rasanya yang lezat ternyata belut banyak mengandung protein dan bahkan di negara negara seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong dan Taiwan, dimana belut diyakini sebagai sumber makanan berprotein tinggi yang dapat membangkitkan stamina tubuh.

Disamping negara – negara tersebut, ternyata sekarang permintaan belut dari Indonesia juga mulai diminati di negara Amerika serikat, Australia dan Singapura, Selandia baru, Perancis, Italia, Spanyol, Belanda, Inggris, Denmark , dimana belut di konsumsi sebagai menu tambahan dalam setiap hidangan. Bagi masyarakat yang ada di negara – negara tersebut , belut merupakan masakan papan atas yang hanya bisa dijumpai di restoran mewah dan hotel berbintang. Jadi disini sudah jelas pangsa pasar kosumen belut yang masih terbuka sangat luas , kemungkinan juga akan semakin meningkat jumlah negara yang ingin mengimpor belut dari Indonesia.

Biasanya, belut yang dipesan oleh negara – negara tersebut adalah belut segar (fresh eels ), belut beku ( frozen eels ) dan belut asap ( smoked eels ). Permintaan belut segar dan hidup pada tahun ini di sejunlah negara – negara Asia sebanyak 60 ton per hari, akan tetapi pada saat ini hanya dapat terpenuhi sebanyak 5 ton saja per harinya dari 3 eksportir belut yang ada di Indonesia. Sedangkan untuk negara – negara di kawasan benua Eropa , permintaan belut asap ( smoked eels ) sebanyak 2 – 4 ton per hari. Ini semua belum termasuk permintaan belut untuk konsumen lokal yang ada di kota besar seperti Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Solo dan Malang.

Oleh karena pasar yang begitu prospektif dan cerah, maka budi daya belut sangatlah menjajikan. Sedangkan untuk pasar dalam negeri, pada umumnya belut yang banyak dijual berasal dari tangkapan alam dan baru sedikit yang membudidayakannya. Baru beberapa tahun terakhir ini saja para peternak membudidayakannya secara langsung dalam kolam.

Belut yang banyak mengandung protein sebagai salah satu sumber gizi yang baik untuk anak – anak hingga orang dewasa. Saat ini pemasaran belut hasil peternakan banyak di pasrkan di pasar – pasar tradisional hingga supermaket. perlu diketahui juga bahwa harga belut sangat bagus baik untuk pasar lokal maupun ekspor. Harga belut saat ini untuk pasar lokal berkisar antara Rp. 24.000 — Rp. 29.000 / Kg. Sedangkan untuk pasar ekspor , harga belut sangat bagus yakni berkisar 6 – 10 Dollar Amerika / K

Belut,sering kita mengenalnya, sudah banyak juga orang yang sukses dengan budidaya belut, sebetulnya apa yang dimaksud dengan belut?jenis apakah belut ini? Berikut sedikit pengertian belut yang disadur dari Wikipedia :

belut 1 300x224 Budidaya belut

Belut adalah sekelompok ikan berbentuk mirip ular yang termasuk dalam suku Synbranchidae. Suku ini terdiri dari empat genera dengan total 20 jenis. Jenis-jenisnya banyak yang belum diperikan dengan lengkap sehingga angka-angka itu dapat berubah. Anggotanya bersifat pantropis (ditemukan di semua daerah tropika).

Belut berbeda dengan sidat, yang sering dipertukarkan. Ikan ini boleh dikatakan tidak memiliki sirip, kecuali sirip ekor yang juga tereduksi, sementara sidat masih memiliki sirip yang jelas. Ciri khas belut yang lain adalah tidak bersisik (atau hanya sedikit), dapat bernafas dari udara, bukaan insang sempit, tidak memiliki kantung renang dan tulang rusuk. Belut praktis merupakan hewan air darat, sementara kebanyakan sidat hidup di laut meski ada pula yang di air tawar. Mata belut kebanyakan tidak berfungsi baik; jenis-jenis yang tinggal di gua malahan buta.

Ukuran tubuh belut bervariasi. Monopterus indicus hanya berukuran 8,5 cm, sementara belut marmer Synbranchus marmoratus diketahui dapat mencapai 1,5m. Belut sawah sendiri, yang biasa dijumpai di sawah dan dijual untuk dimakan, dapat mencapai panjang sekitar 1m (dalam bahasa Betawi disebut moa).

Kebanyakan belut tidak suka berenang dan lebih suka bersembunyi di dalam lumpur. Semua belut adalah pemangsa. Daftar mangsanya biasanya hewan-hewan kecil di rawa atau sungai, seperti ikan, katak, serangga, serta krustasea kecil.

Jenis belut ada 3 macam, yaitu jenis belut rawa, belut sawah dan belut kali atau belut rawa. Jenis belut yang paling sering dijumpai adalah belut sawah.

Manfaat belut adalah : Sebagai sumber protein hewani, pemenuhan kebutuhan makanan sehari hari dan sebagai penambah obat darah.

Lokasi ideal budidaya belut :

  1. Secara klimatologis belut tidak membutuhkan kondisi yang spesifik. Bisa di dataran rendah dan tinggi, bisa ditempat yang curah hujan nya tinggi atau rendah.
  2. Budidaya belut memerlukan kualitas air yang baik , bersih dan tanah nya juga harus baik, terhindar dari bahan kimia beracun.
  3. Suhu ideal adalah 25 – 31 derajat Celcius
  4. Bibit belut yang masih berukuran 1-2cm memerlukan kondisi air yang lebih baik, bening dan kaya akan oksigen. Sedangkan belut yang sudah sudah dewasa tida terlalu memilih jenis air.

Pedoman singkat budidaya :

Persiapan sarana produksi

jenis kolam budidaya belut antara lain:

  1. kolam induk/kolam pemijahan,
  2. kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2 cm),
  3. kolam belut remaja (untuk belut ukuran 3-5 cm),
  4. kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm dan untuk pemeliharan belut dengan ukuran 15-20 cm sampai menjadi ukuran 30-40 cm.

belutmakan 300x225 Budidaya belut

Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama hanya dibedakan oleh ukuran, kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri.

  1. Ukuran kolam induk kapasitasnya 6 ekor/m 2.
  2. Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1-2 cm) daya tampungnya 500 ekor/m 2
  3. Untuk kolam belut remaja (ukuran 2-5 cm) daya tampungnya 250 ekor/m 2
  4. untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) daya tampungnya 100 ekor/m 2
  5. kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) daya tampungnya 50 ekor/m 2 , hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 3-50 cm

Pembuatan kolam belut dengan bahan bak dinding tembok/disemen dan dasar bak tidak perlu diplester.

Peralatan lainnya berupa media dasar kolam, sumber air yang selalu ada, alat penangkapan yang diperlukan, ember plastik dan peralatan-peralatan lainnya

Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik seperti pupuk kandang, sekam padi dan jerami padi. Caranya kolam yang masih kosong untuk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm, diatasnya ditimbun dengan pupuk kandang setebal 10 cm, lalu diatasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah tumpukan-tumpukan bahan organik selesai dibuat (tebal seluruhnya sekitar 30 cm), berulah air dialirkan kedalam kolam secara perlahan-lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik + air). Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai, tinggal media tersebut dibiarkan beberapa saat agar sampai menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut-belut diluncurkan ke dalam kolam

Persiapan Bibit Belut

Anak belut yang sudah siap dipelihara secara intensif adalah yang berukuran 5-8 cm. Anak belut di pelihara selama 4 bulan dalam 2 tahapan dengan masing-masing tahapannya selama 2 bulan. Bibit belut bisa diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau bisa juga bibit belut diperoleh dari sarang-sarang bibit yang ada di alam.

Pemilihan bibit belut bisa diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan. Biasanya belut yang dipijahkan adalah belut betina berukuran ± 30 cm dan belut jantan berukuran ± 40 cm

Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor belut pejantan dengan dua ekor belut betina untuk kolam seluas 1 m 2 . Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari baru telur telur ikan belut menetas. Dan setelah menetas umur 5-8 hari dengan ukuran anak belut berkisar 1,5–2,5 cm. Dalam ukuran ini belut segera diambil untuk ditempatkan di kolam pendederan calon benih/calon bibit. Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut diatas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama ± 1 (satu) bulan sampai anak belut tersebut berukuran 5-8 cm. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan

anak belut 300x225 Budidaya belut 2

Perlakuan dan Perawatan Bibit Dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Dalam hal ini benih diperlakukan dengan secermat mungkin agar tidak banyak anak belut yang hilang. Dengan perairan yang bersih dan lebih baik lagi apabila di air yang mengalir.

Disamping itu diperhatikan pula pemilihan induk belut jantan dan betina sebagai berikut :

Ciri Induk Belut Jantan

  • Berukuran panjang lebih dari 40 cm.
  • Warna permukaan kulit gelap atau abu-abu.
  • Bentuk kepala tumpul.
  • Usia diatas sepuluh bulan.

Ciri Induk Belut Betina

  • Berukuran panjang 20-30 cm
  • Warna permukaan kulit cerah atau lebih muda
  • Warna hijau muda pada punggung dan warna putih kekuningan pada perut
  • Bentuk kepala runcing
  • Usia dibawah sembilan bulan.

Pemeliharaan dan pembesaran

Pemupukan Jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk kandang juga diperlukan sebagai salah satu bahan organik utama

Belut akan cepat besar jika medianya cocok. Media yang digunakan terdiri dari lumpur kering, kompos, jerami padi, pupuk TSP, dan mikroorganisme stater. Peletakkannya diatur: bagian dasar kolam dilapisi jerami setebal 50 cm. Di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisma stater. Berikutnya kompos setinggi 5 cm. Media teratas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur pupuk TSP sebanyak 5 kg.

Karena belut tetap memerlukan air sebagai habitat hidupnya, kolam diberi air sampai ketinggian 15 cm dari media teratas. Jangan lupa tanami eceng gondok sebagai tempat bersembunyi belut. Eceng gondok harus menutupi ¾ besar kolam.

Bibit belut tidak serta-merta dimasukkan. Media dalam kolam perlu didiamkan selama 2 minggu agar terjadi fermentasi. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan alami seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik. Setelah itu baru bibit belut dimasukkan.

Pemberian Pakan Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing, kecoa, ulat besar(belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali.

kolam belut1 Budidaya belut 2Berdasarkan pengalaman para peternak belut, sifat kanibalisme yang dimiliki Monopterus albus itu tidak terjadi selama pembesaran. Asal, pakan tersedia dalam jumlah cukup. Saat masih anakan belut tidak akan saling mengganggu. Sifat kanibal muncul saat belut berumur 10 bulan. Sebab itu tidak perlu khawatir memasukkan bibit dalam jumlah besar hingga ribuan ekor. Dalam 1 kolam berukuran 5 m x 5 m x 1 m, dapat dimasukkan hingga 9.400 bibit.

Pakan yang diberikan harus segar dan hidup, seperti ikan cetol, ikan impun, bibit ikan mas, cacing tanah, belatung, dan bekicot. Pakan diberikan minimal sehari sekali di atas pukul 17.00. Untuk menambah nafsu makan dapat diberi temulawak Curcuma xanthorhiza. Sekitar 200 g temulawak ditumbuk lalu direbus dengan 1 liter air. Setelah dingin, air rebusan dituang ke kolam pembesaran. Pilih tempat yang biasanya belut bersembunyi

Pelet ikan dapat diberikan sebagai pakan selingan untuk memacu pertumbuhan anak belut. Pemberiannya ditaburkan ke seluruh area kolam. Tak sampai beberapa menit biasanya anakan belut segera menyantapnya. Pelet diberikan maksimal 3 kali seminggu. Dosisnya 5% dari bobot bibit yang ditebar. Jika bibit belut yang ditebar 40 kg, pelet yang diberikan sekitar 2 kg.

Untuk mengejar ukuran konsumsi, belut diberi pakan alami berprotein tinggi seperti cacing tanah, potongan ikan laut, dan keong mas. Pakan itu dirajang dan diberikan sebanyak 5% dari bobot tubuh/hari.

Pemeliharaan Kolam dan Tambak Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut adalah menjaga kolam agar tidak ada gangguan dari luar dan air dalam kolam tidak terkena bahan beracun.

Selain pakan, yang perlu diperhatikan kualitas air. Bibit belut menyukai pH 5-7. Selama pembesaran, perubahan air menjadi basa sering terjadi di kolam. Air basa akan tampak merah kecokelatan. Penyebabnya antara lain tingginya kadar amonia seiring bertumpuknya sisa-sisa pakan dan dekomposisi hasil metabolisme. Belut yang hidup dalam kondisi itu akan cepat mati. Untuk mengatasinya, pH air perlu rutin diukur. Jika terjadi perubahan, segera beri penetralisir.

Suhu air pun perlu dijaga agar tetap pada kisaran 26-28oC. Peternak di daerah panas bersuhu 29-32oC, seperti Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, perlu hujan buatan untuk mendapatkan suhu yang ideal.dapat digunakan shading net dan hujan buatan untuk bisa mendapat suhu 26oC. Bila terpenuhi pertumbuhan belut dapat maksimal.

Shading net dipasang di atas kolam agar intensitas cahaya matahari yang masuk berkurang. Selanjutnya 3 saluran selang dipasang di tepi kolam untuk menciptakan hujan buatan. Perlakuan itu dapat menyeimbangkan suhu kolam sekaligus menambah ketersediaan oksigen terlarut. Ketidakseimbangan suhu menyebabkan bibit cepat mati

Jika tidak bisa membuat hujan buatan, dapat diganti dengan menanam eceng gondok di seluruh permukaan kolam. Dengan cara itu bibit belut tumbuh cepat, hanya dalam tempo 4 bulan sudah siap panen

 Budidaya belut 2

Hama dan penyakit

  1. Hama pada belut adalah binatang tingkat tinggi yang langsung mengganggu kehidupan belut
  2. Di alam bebas dan di kolam terbuka, hama yang sering menyerang belut antara lain: berang-berang, ular, katak, burung, serangga, musang air dan ikan gabus
  3. Di pekarangan, terutama yang ada di perkotaan, hama yang sering menyerang hanya katak dan kucing.

Pemeliharaan belut secara intensif tidak banyak diserang hama.

Penyakit Penyakit yang umum menyerang belut adalah penyakit yang disebabkan oleh organisme tingkat rendah seperti virus, bakteri, jamur, dan protozoa yang berukuran kecil

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar