Jumat, 18 Januari 2013

ASAL-USUL DUSUN DAN KECAMATAN SEWON, BANTUL, YOGYAKARTA

MELACAK ASAL-USUL DUSUN DAN KECAMATAN SEWON,
BANTUL, YOGYAKARTA

Keberadaan Dusun dan Kecamatan Sewon tidak dapat dipisahkan dari peran Syeh Sewu yang pernah datang dan membuka wilayah ini. Nama Sewon memang diambilkan dari nama Syeh Sewu. Menurut penduduk setempat Syeh Sewu adalah salah seorang penyebar agama Islam. Ada satu versi yang menyatakan bahwa Syeh Sewu adalah orang yang berasal dari Tanah Arab yang datang ke Pulau Jawa dan kemudian bersama-sama dengan Syeh Maulana Maghribi, Syeh Belabelu, dan Syeh Damiaking menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Tujuan pertama ketiga syeh itu adalah wilayah Pantai Selatan Pulau Jawa, khususnya di kawasan Pantai Parangtritis, Parangkusuma, Karangbolong, dan Bantul pada umumnya. Akan tetapi Syeh Sewu ini meninggal di sebuah dusun yang sekarang dinamakan Dusun Sewon. Ada pula versi lain yang menyatakan bahwa Syeh Sewu adalah pelarian dari Majapahit yang kemudian menetap dan meninggal di Dusun Sewon.
Berawal dari berkembangnya Dusun Sewon ini kemudian di wilayah ini pernah berdiri kantor onder district atau asistenan wedana yang dinamakan Keasistenan Wedanan Sewon. Kantor Kawedanan ini pernah pula dipindahkan ke Dusun Cabeyan kemudian ke Dusun Dadapan. Dari Dusun Dadapan lalu berpindah lagi ke Dusun Cabeyan. Dari Cabeyan ini lantas pindah lagi ke Ngijo (Kantor Kecamatan Sewon sekarang). Kecamatan Sewon sendiri sekarang terdiri atas beberapa Kalurahan atau Desa, yakni Kalurahan Panggungharjo, Kalurahan Timbulharjo, dan Kalurahan Pendowoharjo. Sedangkan keletakan Dusun Sewon hanya sekitar 1,5 kilometer di sisi timur kompleks Rumah Budaya Tembi.
Sampai sekarang makam Syeh Sewu sebagai cikal bakal Dusun dan kemudian Kecamatan Sewon masih terawat dengan baik. Hanya saja makam Syeh Sewu ini sampai sekarang tidak berbatu nisan. Menurut Bapak Hisham Anwar (73) selaku salah satu pengurus atau sesepuh Mesjid Syeh Sewu, ketidakbernisanan makam ini memang disengaja. Menurutnya semasa hidup Syeh Sewu pernah berpesan agar jika dirinya kelak meninggal tidak usahlah kuburannya diberi nisan.
Tidak jauh dari makam Syeh Sewu juga terdapat makam tokoh lain yakni makam Tumenggung Ranadigdaya dan Nyai Sedah Mirah. Kedua tokoh ini diduga merupakan punggawa Kerajaan Kasultanan Yogyakarta. Bahkan disebutkan bahwa salah satu keturunan Tumenggung Ranadigdaya diperistri oleh Sultan Hamengku Buwana 
Salah satu peninggalan Syeh Sewu yang sampai sekarang masih terlestarikan di Dusun Sewon berupa bangunan masjid yang diberi nama Mesjid Syeh Sewu. Mesjid ini sampai sekarang masih terawat dengan baik dan digunakan untuk peribadatan masyarakat setempat.
Mitos
Sampai sekarang masih hidup mitos bahwa gadis-gadis yang berasal dari Dusun Sewon terkenal akan kecantikannya. Hal ini terjadi karena pada masa lalu di Dusun Sewon banyak dihuni perangkat keasistenan (pamong kecamatan, kalurahan, maupun dusun). Perangkat-perangkat ini pada masa lalu biasanya memiliki istri yang cantik dan pada akhirnya menurunkan keturunan yang cantik-cantik pula pada zaman-zaman berikutnya.


Teks: Sartono K.
Foto: Didit PD dan Sartono K

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar