Kamis, 21 Januari 2016

Fasilitas Kawasan Berikat (KB) Versus Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE)



Fasilitas Kawasan Berikat (KB) Versus Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE)

Pendahuluan
Seiring dengan peningkatan tuntutan daya saing produk dalam negeri untuk tujuan ekspor di pasaran global, Pemerintah sebagai trade fasilitator berkepentingan untuk berperan serta aktif memberikan kemudahan dan fasilitas penunjang demi tercapainya tujuan tersebut. Salah satunya adalah dengan memberikan fasilitas di bidang Kepabeanan, Cukai, dan Perpajakan bagi perusahaan industri /manufaktur baik PMDN maupun PMA yang berorientasi ekspor.
Diantara beragam fasilitas yang diberikan, Kawasan Berikat (KB) dan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) adalah fasilitas yang paling banyak diminati oleh kalangan industri. Fasilitas ini  merupakan fasilitas ”mewah” karena memberikan banyak kemudahan bagi kalangan industri untuk mendapatkan berbagai fasilitas kepabeanan dan perpajakan diantaranya fasilitas penangguhan bea masuk (BM), dan fasilitas perpajakan yang tidak dipungut (khusus KB). Dengan adanya fasilitas tersebut maka perusahaan akan dapat menjaga cash flow mereka, sehingga factor biaya atau cost of production akan lebih rendah dan harga produk jadi juga akan kompetitif di pasaran global.
Apa yang membedakan fasilitas KB dan KITE? dan mana yang paling menguntungkan bagi perusahaan saya? Pertanyaan inilah yang sering didiskusikan para pelaku usaha. Setiap fasilitas yang diberikan pastilah memiliki aturan perundang-undangan yang mengikat. Prosedur pelayanan dan pengawasan yang melekat di dalamnya juga memiliki kekhususan masing-masing. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai selaku pelaksana kebijakan tentunya senantiasa melakukan evaluasi dan pembaharuan atas aturan perundang-undangan yang berlaku baik terkait fasilitas KB maupun KITE. Oleh karena itu, pelaku usaha seyogyanya mengetahui dan memahami lebih mendalam terkait aturan perundang-undangan beserta perubahannya yang mengatur tentang KB dan KITE, jika mereka ingin mengambil manfaat yang sebesar-besarnya dari fasilitas tersebut.
Berdasarkan hal tersebut di atas, training ini ditujukan untuk memberikan pemahaman, pengetahuan dan komparasi yang lebih detail kepada para pelaku usaha tentang Kawasan Berikat dan fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE). Dengan demikian, pelaku usaha dapat mempertimbangkan dengan matang antara Kawasan Berikat dan fasilitas KITE, mana yang paling menguntungkan dan sesuai dengan nature of business (NOB) yang dimiliki.

Manfaat yang akan Anda peroleh:
Dengan mengikuti workshop ini diharapkan peserta mampu :
  • mengetahui dan memahami perbedaan antara fasilitas KB dan KITE
  • mengetahui dan memahami datail fasilitas-fasilitas yang diberikan KB dan KITE
  • memahami prosedur pelayanan dan pengawasan dalam fasilitas KB dan KITE
  • memahami mekanisme pelaporan dan pembukuan yang harus di laporkan kepada DJBC sebagai bentuk pertanggungjawaban pengguna fasilitas.
  • menentukan fasilitas mana antara KB dan KITE yang lebih cocok dan menguntungkan untuk diterapkan sesuai dengan Nature of Business (NOB) perusahaan.

Outline :
  1. Overview Kawasan Berikat dan KITE
Dasar Hukum
Definisi dan pengertian
2. Fasilitas Kepabenan dan Perpajakan
Di Kawasan Berikat
Di fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor
3. Perijinan, pendirian, perpanjangan, pencabutan dan perubahan
Syarat-syarat pendirian KB atau KITE
Perpanjangan dan pencabutan izin KB atau KITE
Prosedur Perubahan status dari KITE ke KB, atau sebaliknya
4. Prosedur pelayanan dan pengawasan pemasukan barang
Pemasukan barang asal impor
Pemasukan barang asal TLDDP
Subkontrak
5.  Prosedur pelayanan dan pengawasan pengeluaran barang
Quota penjualan barang jadi tujuan Ekspor dan Lokal
Pengeluaran barang ke Luar Negeri (Ekspor)
Pengeluran barang ke TLDDP
Pengelolaan waste dan atau scrap
6. Mekanisme pembukuan dan pelaporan ke DJBC
BCLKT 01 dan BCLKT 02 (KITE)
IT Inventory (KB)
7. Telaah aturan Kawasan Berikat dan KITE, beserta perubahannya
Kewajiban dan Larangan fasilitas KB dan KITE
Komparasi fasilitas KB dan KITE
Plus minus fasilitas KB dan KITE, ditinjau dari sisi cost and benefit perusahaan.
Study Cases
8.  Audit Kepabeanan dan Cukai
Prosedur Audit Kepabeanan dan Cukai
Program audit perusahaan penerima fasilitas KB atau KITE
Tips menghadapi audit kepabeanan dan cukai
Siapa Saja yang perlu hadir?
Public, Direktur, Manager, Pengusaha Ekspor dan Impor, Perusahaan PPJK, dan Organisasi yang berkaitan dengan bidang Ekspor dan Impor

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar