Jumat, 18 Januari 2013

KAMPUNG DIPOWINATAN : KEHIDUPAN SOSIAL YANG MENARIK WISATAWAN

KAMPUNG DIPOWINATAN :

KEHIDUPAN SOSIAL YANG MENARIK WISATAWAN

dipowinatan, kampung wisata


Kampung Dipowinatan tidak jauh dari pusat kota kurang lebih hanya 1 km dari Maliobro dan 700 m dari titik nol. Secara administrasi kampung Dipowinatan masuk kelurahan Keparakan, kecamatan Mergangsan, kota Yogyakarta, daerah istimewa Yogyakarta.
dipowinatan, kampung wisata
Secara sepintas kampung ini tidak berbeda dengan kampung lain, namun perhatikan jika anda masuk kedalamnya lingkungan sepanjang jalan kampung ini tertata dengan sangat rapi dan teratur sehingga menyuguhkan lingkungan yang bersih serta menarik untuk dikunjungi. Dan jangan kaget jika anda dikalungi untaian bunga yang diberikan secara tulus oleh masyarakat. Semua masyarakat Kampung ini sudah berkomitmen menjaga kehidupan berdasarkan nilai-nilai sosial budaya, serta melestarikan tradisi. Kampung ini diresmikan sebagai Kampung wisata sejak 4 Nopember 2006. Peresmian kampung ini sebagai kampung wisata sangat istimewa karena selain dihadiri pejabat dari instansi terkait juga dihadiri oleh tamu dari luar negeri yakni dari Negara Republik Ceko, Slovakia, dan Colombia. Serta tidak ketinggalan mantan Gubernur Jawa tengah, Bp. Mardiyanto yang dahulunya menghabiskan masa anak-anak hingga remajanya di kampung tersebut. Terwujudnya kampung wisata ini pun merupakan keinginan warganya sendiri bukan karena keinginan pemerintah setempat, sehingga kesadaran untuk saling menjaga dan turut aktif dalam kegiatan dan pelayanan pariwisata.
dipowinatan, kampung wisata


Kampung Dipowinatan tidak mengandalkan hasil kerajinan atau pun hasil produksi barang barang namun kearifan lokalnya berupa suasana kampung serta realita kehidupan sosial masyarakatnya. yang mereka sampaikan kepada pengunjung, dengan demikian mereka dapat berinteraksi secara langsung dengan semua lapisan masyarakat yang ada. Ketulusan dan kehidupan sehari hari inilah yang menjadi kesan tersendiri bagi wisatawan yang mengunjungi kampung Dipowinatan. Hal tersebut membuat turis yang pernah berkunjung tidak akan lupa akan keramahan kampung tersebut bahkan mungkin mereka akan menceritakan kepada teman-teman mereka jika berlibur ke Yogya disarankan untuk mengunjungi kampung ini. Kebanyakan tamu yang senang mengunjungi
Kampung ini adalah wisatawan mancanegara yang dari tahun ke tahun mengalami kenaikan dari jumlah pengunjung. Oleh karena itu Kampung ini justeru teklah terkenal sampai ke beberapa Negara didunia. Diantaranya dari kawasan Eropa timur, meliputi Republik Ceko, Swiss, Slovakia, dan juga Hongaria. Untuk Republic Ceko sendiri hubungannya sudah cukup baik hampir setiap tahun pemerintah Republic Ceko mengirimkan wisatawan untuk berlibur ke kampung Dipowinatan. Rata rata kunjungan wisatawan berasal dari kawasan eropa namun saat ini sudah mulai dikembangkan ke kawasan asia dan Australia.
Dikampung ini anda dapat berinteraksi dengan masyarakat tertentu kemudian jika bertepatan dengan sebuah hajatan misalnya sebuah pernikahan maka para tamu diharapkan juga ikut datang untuk mengikuti acara tersebut.  Kampung ini juga penuh dengan sejarah yakni pernah menjadi saksi konggres jong java pada 25-31 Desember 1928 yakni di dalem joyodipuran sebelumnya juga pernah menjadi penyelenggara Konggres Perempuan ke 1 dan sekarang sebagai Kantor Balai Kajian Sejarah dan Nilai tradisional Yogyakarta. Menilik keberadaan sekeliling kampung masih banyak dijumpai bangunan bangun tua yang menambah eksotisme kampung ini. Paket lain menawarkan sebuah pentas kesenian dan berbagai atraksi  yang penuh dengan tradisi jawa. Yang di iringi musik tradisional dengan seperangkat gamelan. Rute yang dapat ditempuh dari titik nol Yogyakarta ke timur sampai perempatan Gondomanan belok ke kanan terus mengikuti jalan sampai dengan purawisata belok kiri maka akan menemukan kampung wisata Dipowinatan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar