Jumat, 04 Januari 2013

ENHANCED OIL RECOVERY WITH WATERFLOODING


ENHANCED OIL RECOVERY WITH WATERFLOODING

Pada lapangan yang sudah melewati batas primary recovery-nya, dilakukan optimasi produksi dengan cara yang lain salah satunya adalah injeksi air (water flooding). Mekanisme kerjanya adalah dengan menginjeksikan air  ke dalam formasi yang berfungsi untuk mendesak minyak menuju sumur produksi (produser) sehingga akan meningkatkan produksi minyak ataupun dapat juga berfungsi untuk mempertahankan tekanan reservoir (pressure maintenance), 
Penginjeksian air bertujuan untuk memberikan tambahan energi kedalam reservoir. Pada proses pendesakan, air akan mendesak minyak mengikuti jalur-jalur arus (stream line) yang dimulai dari sumur injeksi dan berakhir pada sumur produksi.
Perencanaan waterflood didasarkan pada pertimbangan teknik dan keekonomisannya. Analisa ekonomis tergantung pada perkiraan hasil dari proses waterflood itu sendiri. Perkiraan ini bisa baik atau buruk tergantung pada kebutuhan khusus dari proyek..
Analisa teknik produksi waterflood dilakukan dengan memperkirakan jumlah volume dan kecepetan fluida. Perkiraan diatas juga  berguna untuk penyesuaian atau pemilihan peralatan serta sistem pemeliharaan ( treatment ) fluida.

Outline :
1.      Pengertian Injeksi Air dan Sejarah Perkembangannya
2.      Perencanaan Waterflood
·           Penentuan Lokasi Sumur Injeksi-Produksi
·           Penentuan Pola Sumur Injeksi-Produksi
·           Penentuan Debit dan Tekanan Injeksi
3.      Konsep Interaksi Batuan dan Fluida
4.      Pengawasan Waterflood (Reservoir Susveillance)
5.      Efisiensi Pendesakan 
·           Areal Sweep Efficiency
·           Mobility Efficiency
·           Vertical Sweep Efficiencies
·           Volumetric sweep efficiency
·           Displacement Efficiency


Participants :
Production Engineer, Supervisor, dan staff/operator  bagian produksi, serta siapa saja yang berhubungan langsung dengan produksi tahap lanjut pada suatu lapangan minyak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar