Jumat, 16 Oktober 2009

CHEVRON GEOTHERMAL INDONESIA

Chevron Geothermal and Power Operations
Energi untuk Semua Generasi


Chevron Penghasil energi Panasbumi Terbesar di Dunia
Chevron adalah penghasil energi panas bumi terbesar di dunia. Panas bumi adalah sumber daya alam yang dapat diperbarui dan digunakan sebagai pembangkit listrik melalui pemanfaatan daya alami uap bumi. Saat ini, operasi panas bumi Chevron memiliki kapasitas untuk memproduksi 1.273 megawatt energi panas bumi. Jumlah energi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan 16 juta jiwa di Indonesia dan Filipina.
Pada tahun 2006, Chevron mengembangkan Strategi Perusahaan dengan mengarahkan investasi pada teknologi energi terbarukan dan menempati posisi-posisi strategis atas berbagai sumber energi terbarukan yang penting. Chevron menanamkan investasi pada teknologi-teknologi energi alternatif dan terbarukan untuk mendukung pengembangan dan diversifikasi persediaan energi dunia. Di Indonesia, Chevron telah menginvestasikan dana lebih dari 1 miliar dolar Amerika untuk mengembangkan operasi energi terbarukan yang berasal dari panas bumi.
Panasbumi – Komitmen Chevron Terhadap Energi Terbarukan
Operasi panas bumi Chevron dimulai pada tahun 1960-an di Amerika Serikat bagian barat, yaitu dengan pengembangan The Geysers - lapangan panas bumi terbesar di dunia. Beberapa proyek lain kemudian juga dikembangkan di Amerika Serikat pada tahun 1970-an. Pada waktu yang hampir bersamaan, ditemukan dua lokasi sumber panas bumi di Filipina yang selanjutnya berkembang menjadi proyek panas bumi Tiwi dan Makiling-Banahaw (Mak-Ban).
Pada tahun 1980-an Chevron menemukan Salak dan Darajat di Indonesia, lalu memulai produksi komersial di kedua lokasi tersebut pada tahun 1990-an. Energi panas bumi digunakan untuk memproduksi listrik dan merupakan investasi utama Chevron terhadap energi terbarukan. Lapangan panas bumi Chevron yang beroperasi di Indonesia dan Filipina telah memproduksi lebih dari 136 juta megawatt jam listrik hingga akhir 2007. Listrik sebanyak ini, bila dihasilkan dari batu bara, akan mengakibatkan pelepasan sekitar 98 juta metrik ton karbondioksida ke dalam atmosfer bumi.
Lapangan Panasbumi Chevron di Indonesia dan Filipina
Berbekal pengalaman lebih dari 40 tahun, Chevron Geothermal and Power Operations (GPO) adalah pengelola sumber daya panas bumi terbesar di dunia. GPO mengoperasikan proyek-proyek panas bumi di Indonesia (Salak dan Darajat) dan Filipina (Tiwi dan Mak-Ban) dengan total kapasitas 1.273 megawatt energi bersih, andal dan dapat dipertahankan kelangsungannya. Di samping lapangan-lapangan tersebut, GPO mengoperasikan fasilitas kogenerasi berbahan bakar gas sebesar 300 megawatt di Duri Utara. Fasilitas ini menyediakan uap dan listrik untuk lapangan raksasa Duri di Indonesia. Kogenerasi adalah suatu proses yang hemat bahan bakar dan ramah lingkungan. Limbah panas dari proses pembangkitan listrik digunakan untuk menciptakan uap yang fungsinya memperlancar aliran minyak saat disuntikkan ke dalam reservoir.
Operasi Panasbumi - Indonesia
Proyek panas bumi Chevron di Indonesia - Salak dan Darajat - membangkitkan 636 megawatt energi panas bumi. Angka ini mewakili lebih dari setengah jumlah produksi panas bumi Indonesia. Operasi panas bumi Chevron di Salak dan Darajat saat ini menghasilkan energi terbarukan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik 8 juta jiwa di Indonesia. Operasi panas bumi Salak dan Darajat adalah bukti komitmen Chevron terhadap energi terbarukan. Lokasi kedua proyek ini berada di antara jajaran gunung berapi yang memukau di Jawa Barat, Indonesia.
Operasi Panasbumi - Filipina
Chevron, bekerja sama dengan pemerintah Filipina sejak tahun 1971, telah sukses menjadi pionir industri panas bumi negara ini. Kontrak kerja sama dengan pemerintah Filipina dimulai dengan sebuah eksperimen sebesar 2,5 kilowatt dan saat ini telah menjadi industri energi panas bumi yang berkembang pesat di Filipina. Chevron mengoperasikan lapangan-lapangan uap yang menyediakan energi panas bumi untuk pusat pembangkit listrik Tiwi dan Makiling-Banahaw (Mak-Ban), di propinsi Albay dan Laguna-Batangas. Kedua fasilitas ini membangkitkan listrik lebih dari 630 megawatt, cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik 7 juta jiwa.
Potensi Panasbumi Chevron di Indonesia dan Filipina
Indonesia

Menurut Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, potensi cadangan energi panas bumi indonesia tidak kurang dari 27.000 megawatt. Hampir setengah dari potensi tersebut (10.000 megawatt) berlokasi di Jawa dan Bali, dua pulau berpenduduk terpadat dengan kebutuhan listrik tertinggi dan memiliki infrastruktur distribusi tenaga listrik tercanggih. Secara keseluruhan, pembangkit listrik dari panas bumi yang saat ini beroperasi di Indonesia memiliki kapasitas lebih dari 1.000 megawatt. Potensi cadangan sebesar 27.000 megawatt dianggap sebagai perkiraan maksimal, dengan banyaknya sumber daya yang berlokasi di daerah-daerah atau pulau-pulau terpencil di mana kebutuhan listriknya minimal. Meskipun demikian, Indonesia tetap merupakan lokasi yang sangat menarik untuk pengembangan panas bumi dan berpotensi menjadi negara penghasil panas bumi terbesar di dunia.
Filipina
Filipina adalah penghasil energi panas bumi terbesar ke dua di dunia, setelah Amerika Serikat. 1 dari 5 bola lampu di Filipina, diperkirakan menggunakan sumber listrik yang berasal dari energi panas bumi. Dengan demikian menjadikan negara ini pengguna energi terbarukan terbesar per kapita di dunia. Data Departemen Energi Filipina menunjukkan bahwa estimasi total potensi sumber daya panas bumi yang belum tersentuh adalah sebesar 4.531 megawatt. Berdasarkan Perencanaan Energi Filipina tahun 2006, negara ini menargetkan penambahan kapasitas sebesar 1.200 megawatt hingga 10 tahun ke depan. Chevron menyadari prioritas pemerintah Filipina pada pengembangan sektor energi dengan tujuan meningkatkan rasa aman akan kecukupan persediaan energi dan menyikapi kebutuhan energi negara secara ekonomis dan ramah terhadap lingkungan.
Kemitraan dengan Masyarakat Setempat
Sifat utama energi panas bumi adalah dikembalikan ke daerah di mana dia diketemukan. Sifat ini memberikan peluang besar bagi operasi Chevron di Indonesia dan Filipina, di mana 97 persen tenaga kerja Chevron Geothermal terdiri dari warga negara nasional. Listrik yang dihasilkan oleh pembangkit panas bumi Chevron dijual kepada perusahaan listrik negara, memberikan kontribusi bagi pertumbuhan perekonomian bangsa dengan menyediakan energi bersih. Chevron bermitra dengan komunitas setempat melalui berbagai macam cara untuk memberikan kontribusi bermakna bagi pengembangan sosial dan ekonomi. Chevron taat pada perundang-undangan lingkungan yang berlaku dan terus melakukan investasi dalam bentuk program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi di komunitas lapangan operasionalnya. Program-program pengembangan komunitas Chevron mengacu kepada tema yang telah dicanangkan, yaitu Menciptakan Pertumbuhan Ekonomi melalui Investasi pada Masyarakat dan Pengembangan Kapasitas. Semua kegiatan tersebut terpusat pada bidang-bidang tematik inti, yaitu:
• Kebutuhan Dasar Manusia
• Pendidikan dan Pelatihan
• Pengembangan Usaha Kecil dan Menengah
• Program-program lain - Seni & Kebudayaan, Lingkungan, Komunitas & Kemasyarakatan.

Nilai-nilai Chevron
Dalam menjalankan bisnis, Chevron berpegang kepada “the Chevron Way”, nilai-nilai universal yang mengharuskan
tingkat integritas dan pencapaian tertinggi dari para pekerja dalam bekerja sama dengan mitra usaha, komunitas,
pelanggan dan kolega.
Nilai-nilai tersebut adalah: Integritas, Kepercayaan, Keragaman, Kelihaian, Kemitraan, Melindungi Manusia dan
Lingkungan dan Performa Kerja Prima.




Chevron Geothermal and Power Operations terdiri dari:
Chevron Geothermal Indonesia, Ltd. (operator lapangan Darajat)
Chevron Geothermal Salak, Ltd. (operator lapangan Salak)
Chevron Geothermal Philippines Holdings, Inc. (operator lapangan Tiwi dan Mak-Ban) dan
PT. Mandau Cipta Tenaga Nusantara (operator Kogenerasi Duri Utara).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar