Sabtu, 31 Oktober 2009

just in time

JUST IN TIME PRODUCTION PDF Print E-mail
Written by Administrator
Thursday, 29 October 2009 04:36

Just In Time, sering pula disebut dengan Lean Production System atau Toyota Production System. Dikembangkan oleh Toyota yang diprakarsai oleh Taiichi Ohno & shigeo Shingo, dua insinyur Toyota, yang ditujukan untuk memerangi pemborosan atau waste.



Tentu saja hal ini tidak lepas dari philosophi yang dikembangkan oleh pendiri Toyota Soichiro Toyoda yang mengatakan bahwa “SEGALA SESUATU YANG MELEBIHI KEBUTUHAN DALAM MENCIPTAKAN NILAI TAMBAH, BAIK ITU MATERIAL, WAKTU, DAN SUMBER DAYA LAINNYA MERUPAKAN PEMBOROSAN”.



Just In Time yang sering disingkat JIT merupakan suatu teknik untuk memastikan aliran produksi yang lancar, bagaikan air dalam pipa yang mulus dan tanpa cacat. Tidak ada penumpukan inventory baik dalam bentuk work in process, raw materials ataupun Finished Goods.



Dengan demikian maka tidak diperlukan lagi space untuk gudang, dan production line tidak ada tumpukan WIP, semuanya lancar, langsung disupply ke produksi, dan selanjutnya selesai diproses langsung dikirim ke customer. Pengembangan JIT di VW (Volkswagen) misalnya telah diterapkan di pabrik mobilnya di Amerika Latin di mana, supplier ban langsung memasang ban mobil di assembly line.



JIT merubah paradigma proses produksi, di mana secara tradisional barang yang sudah selesai diproses di kirim ke proses berikutnya. Paradigma JIT membalik pemahaman ini, dimana suatu proseslah yang harus mengambil komponen dari proses sebelumnya, sebanyak yang dibutuhkan.



Perlu dipahami bahwa konsep JIT sebenarnya merupakan penyeimbangan antara aliran informasi (demand information) dan aliran barang. Kita ketahui bahwa aliran informasi dimulai dari customer hingga ke supplier. Sebaliknya, aliran barang adalah dari supplier hingga customer. Dengan pemahaman bahwa “next process is customer”, maka proses selanjutnyalah yang memiliki informasi atas kebutuhannya yang sebenarnya. Itulah sebabnya makan JIT juga disebut sebagai “lean production system” atau “pull production” dimana proses berikutnyalah yang menarik proses sebelumnya.



Berikut adalah keuntungan-keuntungan utama yang diperoleh dengan menerapkan JIT:

· Biaya operasi yang mengecil

· Kinerja dan hasil yang lebih tinggi

· Kualitas lebih tinggi

· Delivery lebih tepat waktu

· Flexibilitas yang lebih baik.



Adapun komponen-komponen penting JIT, untuk memastikan keberhasilannya adalah:

· Level produksi yang stabil

· Kanban system

· Produksi lot kecil

· Setup time yang rendah

· Total Preventive Maintenance (TPM)

· Total Quality Control (TQC)

· JIT Purchasing, khususnya supplier harus dekat dan responsif.

· Line Balancing

· Work Cell System

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar