Kamis, 29 Oktober 2009

PENGEMBANGAN UKM

Usaha skala kecil dan menengah atau UKM memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi bangsa. Menurut laporan BPS (Biro Pusat Statistik), per tahun 2006 terdapat sekitar 48,9 juta UKM di Indonesia dimana 48,8 juta merupakan usaha-usaha skala kecil dan 106.800 merupakan usaha-usaha skala menengah. Sekitar 6,6% atau 3,2 juta bergerak disektor industri dimana kontribusi ekspor mereka mencapai 122,2 triliun rupiah atau 20,28% dari total ekspor nasional. Sayangnya, sangat sedikit UKM yang memiliki sistem manajemen yang handal ditambah hambatan teknis ekspor, seperti keharusan memiliki sertifikat standar internasional ISO 9000, makin menyulitkan UKM Indonesia menembus pasar global.

Terdapat 3 kelemahan yang umum terjadi pada UKM di Indonesia:
(1) Pertama adalah lemahnya kinerja administrasi dan dokumentasi yang pada akhirnya menyebabkan lead time yang tinggi. Saat ini penggunaan komputer memang sudah meluas, namun pemanfaatannya belum optimal. Dalam kebanyakan kasus, pemanfaatan teknologi komputer masih pada taraf penerapan perangkat lunak standar, seperti misalnya penggunaan MS-Excel® untuk pengelolaan data yang sebenarnya dapat dioptimalkan dengan perangkat lunak database. Solusi yang kami tawarkan adalah mengganti program-program yang dibuat dalam MS-Excel® tersebut dengan program database MS-Access® sehingga bisa mempercepat dan mempermudah pengelolaan data keperusahaan yang pada akhirnya mengurangi manhour serta mengurangi lead time.
(2) Kedua adalah rendahnya kompetensi personel akibat rendahnya standar pendidikan rata-rata personel. Saat ini memang sudah banyak penyediaan pendidikan non-formal melalui kursus singkat atau pelatihan-pelatihan. Dalam kebanyakan kasus, sulitnya mencari topik pelatihan yang tepat dengan biaya yang ringan menyebabkan keengganan pada sebagian besar UKM untuk mengikutsertakan personelnya dalam pelatihan tersebut. Solusi yang kami tawarkan adalah menyediakan pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan UKM dalam rangka peningkatan kompetensi personelnya.
(3) Ketiga adalah ketiadaan sistem manajemen yang handal. Saat ini sudah banyak penyediaan jasa konsultan yang mampu menerapkan suatu sistem ke dalam proses bisnis perusahaan. Dalam kebanyakan kasus, selain besaran biaya yang tinggi, keberlanjutan perusahaan tersebut dalam mempertahankan atau meningkatkan kinerja sistem tersebut sangat kurang. Solusi yang kami tawarkan adalah menyediakan jasa konsultasi yang melibatkan UKM dari awal hingga akhir proses penerapan sistem melalui program pelatihan, pendampingan, evaluasi bersama dan konsultasi on-line memanfaatkan teknologi internet (internet communication technology, ICT) sehingga sasaran kemandirian UKM dalam mempertahankan dan meningkatkan sistem yang diterapkan dapat tercapai.
(4) Keempat adalah lemahnya sistem pemasaran yang mampu menjangkau pasar ekspor. Saat ini perkembangan internet sebenarnya telah memungkinkan seluruh entitas usaha melakukan pemasaran ekspor melalui internet atau lebih dikenal sebagai ecommerce, namun biaya yang tinggi dan kerumitan dalam implementasinya menyulitkan UKM yang berminat. Solusi yang kami tawarkan adalah menyediakan jasa pembuatan website yang siap melakukan ecommerce dengan biaya yang sangat terjangkau.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar